PPID Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang

Kementerian Pertanian Republik Indonesia

PPID Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang

Kementan berhasil naikkan produktivitas Food Estate Kalteng, Ternyata ini Rahasianya




 Kapuas-21-02-2023 Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) memastikan program food estate di Kalimantan Tengah (Kalteng) berjalan dengan baik. 

 
 
Di sana para petani, Rata-rata mampu memproduksi padi hingga menghasilkan 4 sampai 5 ton per ha. Menurut SYL, produksi sebanyak itu cukup memuaskan mengingat hampir semua lahan food estate di Kalteng merupakan garapan yang baru berjalan 5 tahun. 
 
 
"Food estate ini terus kita kerjakan dengan upaya yang sangat maksimal. Tentu kita berharap memang produktivitasnya tidak dibawah 3 ton. Alhamdulillah sekarang ini rata-rata sudah di atas 3, 4 ton per ha. Bahkan laporan bupati ada yang di atas 5 ton," ujar SYL saat meninjau kawasan food estate Kalimantan Tengah, Kamis, 16 Februari 2023. 
 
 
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menyatakan jajarannya siap bekerja maksimal untuk Food Estate di Kalteng dengan mengawal dan mendampingi Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian. 
 
 
“Kita akan memastikan pendampingan terhadap petani di lokasi Food Estate berjalan maksimal. Memaksimalkan kinerja BPPSDMP, untuk memastikan petani Food Estate mendapatkan pendampingan," ungkapnya. 
 
 
Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Bambang Haryanto saat mendampingi Menteri Pertanian mengunjungi sentra Food Estate Kalteng mengatakan, pihaknya akan mengerahkan seluruh Sumber Daya Aparatur dan para Penyuluh Pertanian, serta Kelompok Tani (poktan) yang tersebar di semua Pemerintah Daerah (Pemda) Se-Kalimantan untuk berkolaborasi dalam satu komando brigade tanam, panen serta memaksimalkan produktivitas usaha agar tumbuh lebih cepat khususnya di kawasan food estate dan umumnya daerah kalimantan sebagai penyangga Ibukota Negara (IKN). 
 
 
"Untuk mengoptimalkan produktifitas, lahan di kawasan food estate, Di sebelah kanan kiri jalan dapat ditanami pohon kelapa atau buah-buahan, sedangkan tanggul pematang yang cukup lebar disisi kiri kananya dapat ditanami sayuran, sehingga lahan yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal," harapnya. 
 
 
Di sela kunjungan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo beberapa waktu lalu, ada kisah menarik, yang ternyata menjadi salah satu rahasia faktor penunjang meningkatnya hasil produktivitas lahan. 
 
 
Hal ini datangnya dari seorang petani milenial, Muliadi namanya. Ia merupakan warga Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah yang merupakan salah satu sentra program super prioritas Food Estate. 
 
 
"Terimakasih kepada bapak Presiden RI, Melalui kementrian Pertanian dan Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) yang telah bekerja keras dalam kegiatan Food Estate di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas ini, untuk menyediakan ketahanan pangan negara kita dan dunia," Ucapnya saat diwawancarai secara hybrid pada (19/02). 
 
 
"Selaku petani, dan kaum petani melinial disini, saya sangat merasa terbantu dengan kegiatan food estate dikawasan ini. Lahan yang lama tidur kita bangun lagi dan memberikan hasil yang sangat bagus dalam bidang budidaya padi, didukung dengan ketersedian yang memadai," Tambah Muliadi. 
 
 
"Selain itu juga, food estate memberikan warna usaha baru bagi kami dengan kegiatan usaha ternak itik petelur yang hasilnya sangat menjanjikan untuk terus dikembangkan. Selain menghasilkan telur segar sebagai sumber protein, hasil telur juga berkembang di olahan telur asin dan kerupuk telur asinnya dengan label food estate, dalam artian kami berhasil menerapkan pertanian hulu-hilir berkat, program food estate," ungkapnya. 
 
 
"Kami juga berharap agar kegiatan food estate ini terus berkembang agar dalam hal hulu dan hilir, sehingga hasil yang ada kedepan tetap bisa berjalan dengan baik. Seperti apa yang telah kami lakukan, dengan wujud kelembagaan dalam bentuk koperasi, kami bisa memfasilitasi petani-petani dalam hal contoh berbudidaya cabe rawit, penyediaan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), penghimpunan hasil panen cabe," pungkasnya. 
 
(Ifn/Tim Humas BBPP Binuang)